Logo Pengadilan Negeri Palopo
Pembaruan terakhir: Jumat, 18 Oktober 2019
shade

Ketua Pengadilan Negeri Pangkajene Kelas II Bapak Farid Hidayat Sopamena, S.H.,M.H menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1/6/2019, dimulai pukul 08.00 WITA bertempat di halaman Pengadilan Negeri Pangkajene. Upacara tersebut dihadiri oleh  Para Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Fungsional dan Pejabat Struktural serta Pegawai dan Honorer Pengadilan Negeri Pangkajene.  Upacara tersebut dilakukan sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, yang ditindaklanjuti dengan Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 663/SEK/KS.00/5/2019, tanggal 20 Mei 2019 yang menginstruksikan kepada Para Pimpinan Pengadilan pada Empat Lingkungan Peradilan di Indonesia untuk melangsungkan Upacara Bendera.

Pada kesempatan itu, Ketua Pengadilan Negeri Pangkajene berkenan membacakan Sambutan Kepala BPIP, yang pada pokoknya menyatakan bahwa hari ini adalah Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk pertama kalinya, bertujuan meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut ditegaskan, bahwa Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adapun jiwa besar para Founding Fathers, Para Ulama dan Pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Lebih lanjut ditegaskan, harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Rote. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia, itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita. Namun kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebhinnekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan, tindakan dan sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila, dan diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Diharapkan, kita perlu belajar dari pengalaman buruk Negara lain yang dihantui oleh radilakisme, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah itu. Dengan pancasila Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan. Di akhir sambutannya diakhiri dengan ajakan, jaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia

Upacara tersebut berlangsung penuh khidmat, apalagi turut hadir pula peserta dari Pengadilan Negeri Lainnya diantranya Ketua PN Dataran Hunimoa Bapak Purwanto S. Abdullah, SH. MH. Beserta Ketua Dharmayukti Cab. Dataran Hunimoa, Ketua Pengadilan Negeri Dobo Bapak Alfian, SH., MH. Ibu Irmawati Abidin, SH. MH., Hakim PN Kendari, Ibu Fitriah Ade Maya, SH., Hakim PN Gresik, dan Sri Wahyuningsih, SH., MH. Cakim PN Sumedang.  Dan adapun yang bertindak sebagai Komandan upacara Bpk. Muhtar, SH, dengan Protokol Ibu Hj. Viskayanti, SH., MH, Pembaca UUD 1945 Irsal Abdul Gani dan Pembaca Doa Bpk. Muh. Nasir, SH. Usai Upacara dilanjtkan dengan Salam-salaman dan foto bersama.

 

 

 

 

 

Informasi Cepat

  • 1
A- A A+

Alih Bahasa

Pencarian